Langsung ke konten utama

Penilaian Dalam Kurikulum 2013

Info Dunia Pendidikan. Assalamualaikum...
Dalam Kurikulum 2013 terdapat beberapa perubahan dengan kurikulum sebelumnya. Salah satu aspek Perubahan yang terjadi dalam kurikulum 2013 adalah Aspek Penilaian siswa. Sebagai gambaran, pada kurikulum 2013 aspek yang dinilai secara umum adalah 3 aspek.
Penilaian dalam kurikulum 2013
  1. Penilaian Sikap. aspek penilaian ini meliputi : Proses, individu, sosial, dan alam.
  2. Penilaian Pengetahuan. Aspek ini meliputi : proses, subyek, dan obyek
  3. Penilaian Keterampilan. Aspek ini meliptuti : proses, abstrak dan konkret


Ada beberapa perubahan yang mendasar pada penilaian yaitu pada Pelaporan. Diantaranya adalah:
1.    Penilaian rapor untuk pengetahuanmenggunakan penilaian kuantitatif dengan skala 1 – 4 (kelipatan 0,33), dengan 2 (dua) desimal dan diberi predikat sebagai berikut: 

A    : 3,67 – 4.00
C+    : 2,01 - 2,33
A-   : 3,34 - 3,66
C      : 1,67 - 2,00
B+   : 3,01 - 3,33
C-     : 1,34 - 1,66
B     : 2,67 - 3,00
D+    : 1,01 - 1,33
B-    : 2,34 - 2,66
             D      : ≤ 1,00
Penghitungan Nilai Pengetahuan adalah dengan cara:
Menggunakan skala nilai 0 sd 100
Contoh : Perhitungan   nilai rapor pengetahuan seorang peserta didik pada mata pelajaran Matematika
NH                               =   80
UTS                             =   75
UAS                            =   85
Nilai Rapor               =   80+75+85 : 3 = 240: 3
Nilai Rapor               =   80
Nilai Konversi          =   (80 :100) x 4 = 3.20 = B+
Yang ditulis pada rapor adalah nilai koversi (3.20) dan predikatnya (B+).

 2.    Penilaian Keterampilan
Pengolahan Nilai Rapor  untuk Keterampilanmenggunakan penilaian kuantitatif dengan skala 1 - 4 (kelipatan 0,33), dengan 2 (dua) desimal dan diberi predikat sebagai berikut: 

A    : 3,67 – 4.00
C+    : 2,01 - 2,33
A-   : 3,34 - 3,66
C      : 1,67 - 2,00
B+   : 3,01 - 3,33
C-     : 1,34 - 1,66
B     : 2,67 - 3,00
D+    : 1,01 - 1,33
B-    : 2,34 - 2,66
                 D      : ≤ 1,00

Penghitungan Nilai Keterampilan adalah dengan cara:
Menggunakan skala nilai 0 sd 100.
Contoh    : Perhitungan   nilai rapor keterampilan seorang peserta didik  pada mata pelajaranMatematika
Nilai Praktik          =   80
Nilai Projek           =   75
Nilai Portofolio      =   80
Nilai Rapor            =   80+75+80 : 3 = 235 : 3
Nilai Rapor            =   78.33
Nilai Konversi       =   (78.33/100) x 4 = 3,13 = B+

3.    Penilaian Sikap
Penilaian Sikap dalam mata pelajaran diperoleh dari hasil penilaian observasi (Penilaian Proses), penilaian diri sendiri, penilaian antarteman, dan jurnal catatan guru.
Untuk penilaian Sikap Spiritual dan Sosial (KI-1 dan KI-2) menggunakan nilai Kualitatif sebagai berikut:
SB = Sangat Baik    =   80 - 100
B     = Baik                   =   70 - 79
C     = Cukup              =   60 - 69
K     = Kurang             =   < 60
Contoh: Perhitungan   nilai rapor sikap seorang peserta didik  pada mata pelajaranMatematika
Nilai Observasi          =   85
Nilai diri sendiri         =   75
Nilai antar teman     =   80
Nilai Jurnal                  =   75
Nilai Rapor                  =   85+75+80+75 : 4 = 315 : 4
Nilai Rapor                  =   79
Predikat                       =   Baik

4.    Pada rapor ada deskripsi dari setiap capaian kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan. Guru diharapkan membuat deskripsi dari capaian kompetensi berdasarkan data capaian peserta didik sesuai dengan hasil penilaian setiap KD pada semester tersebut.
Untuk memahami lebih lanjut silahkan Anda Download Slide Proses penilaian dalam kurikulum 2013.
Pad Slide/Tayangan tersebut dijelaskan secara rinci bagaimana menghitung nilai kesemua aspek di atas, serta contoh penilaian kurikulum 2013. Demikian artikel kali ini mengenai Penilaian Dalam Kurikulum 2013. Semoga bermanfaat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Syarat Penting Untuk Mendapatkan NUPTK 2016

Syarat NUPTK 2016 Apa saja Syarat untuk menerbitan NUPTK Tahun 2016/2017?  Sahabat pendidik, sebelum menjawabnya, kita semua tahu, bahwa saat ini sangat banyak keluhan rekan-rekan guru yang belum memiliki Nomor unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK). Oleh karena itu agar jelas dan tidak membuat rekan guru galau, maka pada posting kali ini admin blog guru-id akan berbagi beberapa syarat yang menentukan diterbitkan atau tidaknya NUPTK guru dan salah satunya mengenai perhitungan Rasio Siswa Dan Guru sesuai dengan peraturan Pemerintah (PP) nomor 74 tahun 2008 . Jika Rasio guru dan siswa terpenuhi maka dengan syarat tersebut jadi acuan segala jenis tunjangan yang juga erat kaitannya dengan Nomor Unik Pendidikan dan tenaga kependidikan. Untuk lebih jelasnya berikut info syarat penerbitan NUPTK 2016. silakan baca artikelnya berikut. Pertama : Sudahkah sekolah anda melakukan verval PTK lewat akun sekolah (vervalptk.data.kemdikbud.go.id)? disitu akan diminta upload ijazah S1 serta fo...

Proses Penyusunan Laporan Keuangan

Sebagai suatu komoditi, laporan keuangan yang dihasilkan sendiri oleh manajemen, yang kegunaannya akan dikonsumsi oleh banyak pihak, harus disajikan dengan cara-cara dan prosedur-prosedur tertentu berdasarkan suatu pedoman yang berlaku. Jadi, penyajian laporan keuangan tidak bisa secara operasional tanpa mengikuti aturan tersebut. Seuatu penyelenggaraan sistem adanya catatan akuntansi harus mencakup keseluruhan aktifitas yang dibutuhkan untuk memberikan kepada manajemen berbagai macam informasi untuk perencanaan, pengendalian dan pelaporan keadaan serta operasi perusahaan. Laporan keuangan pada dasarnya adalah suatu rangkuman dari keseluruhan aktifitas yang dapat menaikkan ataupun menurunkan berbagai aktiva, kewajiban, dan modal perusahaan selama suatu peri ode tertentu. Proses penyajian terdiri dari dua tahap. Tahap pertama disebut tahap pencatatan (recording phase) sedangkan lahar kedua adalah tahap pengikhtisaran (summmarizing phase). Masing-masing tahap saling berkaitan dan tidak b...

Guru Pendidikan Jasmani

Guru sebagai pendidik profesional mempunyai citra yang baik di masyarakat apabila dapat menunjukkan kepada masyarakat bahwa ia layak menjadi panutan atau teladan masyarakat sekelilingnya. Masyarakat terutama akan melihat bagaimana sikap dan perbuatan guru itu sehari-hari, apakah memang ada yang patut diteladani atau tidak. Bagaimana guru meningkatkan layanannya, meningkatkan pengetahuan, memberi arahan dan dorongan kepada anak didiknya, dan malah bagaimana cara guru berpakaian dan berbicara serta cara bergaul baik dengan siswa,teman-temannya, serta anggota masyarakat sering menjadi perhatian masyarakat luas. Guru adalah sosok individu yang memiliki kemampuan dalam menransfer ilmu pengetahuan, informasi, atau pengalaman kepada peserta didiknya. Guru juga individu yang melakukan pekerjaannya didasarkan kepada kemampuan dalam mengarahkan pengalaman belajar peserta didik dalam institusi pendidikan. Menurut Makmun (1998:23) guru adalah seorang dewasa yang selalu mengusahakan terciptanya sit...