Langsung ke konten utama

Cara Mengisi Tinta Printer






Cara Mengisi Tinta Printer










Printer adalah salah satu perangkat teknologi yang sangat lazim ditemui saat ini. Printer memiliki banyak sekali kegunaan dalam kehidupan sehari-hari kita. Printer akan sangat memudahkan kita ketika kita ingin mencetak dokumen yang telah kita buat sebelumnya di komputer. Dengan adanya printer, dokumen digital bisa dibuat menjadi dokumen fisik sehingga sangat memudahkan kita dalam membacanya. Sebagai pengguna printer, tentu Anda harus bisa mengenali dan mengetahui bagian-bagian dari printer tersebut karena bukan tidak mungkin pada waktunya nanti Anda harus melakukan isi ulang ketika tinta printer Anda habis.
Tinta printer habis adalah masalah yang sangat sering ditemui oleh setiap pengguna printer. Untuk itu, Anda harus mengetahui cara mengisi tinta printer yang baik dan benar sebelum Anda mengaplikasikannya pada printer Anda. Mengisi tinta printer sebenarnya sangatlah mudah. Namun memang ada beberapa hal yang sebaiknya Anda ketahui sebelum melakukannya.
Untuk itu, pada artikel ini kami akan mengulas cara mengisi tinta printer yang baik dan benar agar Anda tidak salah dalam mengisi tinta printer Anda. Cara mengisi tinta printer ini dilansir dari wikiHow.

1. Mengenali bagian printer

Sebelum Anda mempraktekkan cara mengisi tinta printer yang baik dan benar, Anda harus terlebih dahulu memahami bagian-bagian dari printer Anda. Silakan buka penutup printer Anda. Setelah dibuka, Anda akan melihat dua buah kotak yang biasanya memiliki merk yang sama dengan printer Anda. Dua buah kotak ini biasa disebut cartridge.

Cartridge adalah wadah penampung tinta yang digunakan untuk menampung tinta printer yang akan digunakan untuk memprint. Jika tinta pada cartridge sudah habis, maka printer Anda tidak akan lagi bisa digunakan untuk mengeprint. Untuk inilah Anda harus tahu cara mengisi tinta printer.

2. Beli tinta

Anda harus terlebih dahulu membeli tinta printer pada toko komputer terdekat. Biasanya kebanyakan toko komputer juga menyediakan berbagai macam merk tinta. Untuk merk yang Anda pilih, ada baiknya selalu Anda cek apakah tinta tersebut cocok untuk printer Anda. Biasanya setiap tinta akan mencantumkan apakah tinta tersebut lebih cocok untuk printer Canon, Epson, HP, dsb. Jika Anda tidak bisa menentukan, mintalah bantuan kepada petugas toko komputer tersebut untuk merekomendasikan tinta mana yang baik untuk printer Anda.

Jangan salah, tinta sangat berpengaruh pada kualitas hasil print yang Anda dapatkan. Jika Anda hanya mengutamakan harga murah, bisa-bisa Anda akan kecewa dengan hasil print yang Anda dapatkan.

Ketika Anda pertama kali membeli tinta, Anda biasanya akan diberikan pilihan membeli tinta yang sudah disertai suntikan atau membeli tinta dalam wujud botol. Sebaiknya Anda membeli keduanya karena Anda tetap butuh suntikan untuk bisa mengisi ulang tinta di kemudian hari.

3. Persiapkan dan tinta

Letakkan printer dan tinta Anda pada bidang datar. Pastikan Anda menaruhnya di atas alas terlebih dahulu seperti koran karena bisa saja tinta printer tumpah ketika Anda sedang mengisi ulang. Persiapkan juga tisu untuk mengelap sebelum tinta mengering. Tinta printer sangat cepat mengering. Jika tidak segera Anda lap setelah tumpah, bisa-bisa noda itu akan terus menempel.

4. Buka printer dan ambil cartridge

Buka printer Anda. Biasanya secara otomatis cartridge Anda akan bergerak menuju tempat yang mudah dijangkau. Lepas cartridge dengan cara menekannya ke bawah. Setelah ditekan ke bawah, cartridge tidak lagi dalam keadaan terkunci sehingga bisa Anda ambil dengan bebas. Ambil cartridge dan letakkan di atas alas koran.

5. Cari lubang menyuntikkan tinta

Cara mengisi tinta printer, setiap cartridge biasanya dilengkapi dengan lubang tempat menyuntikkan tinta printer. Coba baca panduan penggunaan printer Anda untuk mengetahui cara menemukan lubang ini. Biasanya, Anda juga harus menggunakan benda tajam seperti pisau atau ujung pensil untuk melubangi tutup cartridge.

6. Persiapkan suntikan tinta

Ambil suntikan tinta dan pastikan sudah terisi tinta. Jangan sampai ada gelembung udara yang ikut masuk ke dalam cartridge karena udara malah akan mencegah tinta mencapai bagian head cartridge yang menyebabkan cartridge tidak berfungsi sempurna.

7. Suntikkan tinta ke dalam cartridge

Suntikkan secara vertikal tinta tadi ke dalam cartridge. Pada cartridge berwarna, perlu Anda perhatikan titik dan warna yang tepat. Jangan sampai terbalik dalam menyuntikkan warna merah ke dalam titik suntik kuning. Jika sampai terbalik maka hasilnya akan sangat kacau. Anda bahkan harus mengganti cartridge Anda.

Suntikkan secara perlahan namun dengan kecepatan yang sama, jangan terlalu cepat dalam menyuntik. Pastikan cartridge sudah Anda alasi terlebih dahulu dengan tisu terlebih dahulu. Segera berhenti menyuntik jika sudah mulai ada tinta yang merembes keluar pada tisu, itu artinya cartridge Anda sudah penuh. Cara mengisi tinta printer juga sangat menentukan kualitas hasil print.

8. Tutup cartridge dan pasang kembali

Ada baiknya Anda menutup cartridge dengan menggunakan isolasi agar tidak ada udara luar yang masuk karena stiker penutupnya tentu akan berkurang daya lekatnya setelah Anda lepas. Setelah ditutup rapat, pasang kembali dengan memposisikan pada printer dan mengangkatnya ke atas. Biasanya akan ada suara ‘klik’ yang menunjukkan cartridge sudah terpasang dengan benar. Jangan sampai terbalik dalam memasang cartridge hitam dan berwarna ya.

Sekian tadi cara mengisi tinta printer yang bisa Anda praktekkan sendiri pada printer Anda. Cara mengisi tinta printer ini harus Anda baca baik-baik secara menyeluruh sebelum Anda mengaplikasikannya pada printer Anda.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Syarat Penting Untuk Mendapatkan NUPTK 2016

Syarat NUPTK 2016 Apa saja Syarat untuk menerbitan NUPTK Tahun 2016/2017?  Sahabat pendidik, sebelum menjawabnya, kita semua tahu, bahwa saat ini sangat banyak keluhan rekan-rekan guru yang belum memiliki Nomor unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK). Oleh karena itu agar jelas dan tidak membuat rekan guru galau, maka pada posting kali ini admin blog guru-id akan berbagi beberapa syarat yang menentukan diterbitkan atau tidaknya NUPTK guru dan salah satunya mengenai perhitungan Rasio Siswa Dan Guru sesuai dengan peraturan Pemerintah (PP) nomor 74 tahun 2008 . Jika Rasio guru dan siswa terpenuhi maka dengan syarat tersebut jadi acuan segala jenis tunjangan yang juga erat kaitannya dengan Nomor Unik Pendidikan dan tenaga kependidikan. Untuk lebih jelasnya berikut info syarat penerbitan NUPTK 2016. silakan baca artikelnya berikut. Pertama : Sudahkah sekolah anda melakukan verval PTK lewat akun sekolah (vervalptk.data.kemdikbud.go.id)? disitu akan diminta upload ijazah S1 serta fo...

Proses Penyusunan Laporan Keuangan

Sebagai suatu komoditi, laporan keuangan yang dihasilkan sendiri oleh manajemen, yang kegunaannya akan dikonsumsi oleh banyak pihak, harus disajikan dengan cara-cara dan prosedur-prosedur tertentu berdasarkan suatu pedoman yang berlaku. Jadi, penyajian laporan keuangan tidak bisa secara operasional tanpa mengikuti aturan tersebut. Seuatu penyelenggaraan sistem adanya catatan akuntansi harus mencakup keseluruhan aktifitas yang dibutuhkan untuk memberikan kepada manajemen berbagai macam informasi untuk perencanaan, pengendalian dan pelaporan keadaan serta operasi perusahaan. Laporan keuangan pada dasarnya adalah suatu rangkuman dari keseluruhan aktifitas yang dapat menaikkan ataupun menurunkan berbagai aktiva, kewajiban, dan modal perusahaan selama suatu peri ode tertentu. Proses penyajian terdiri dari dua tahap. Tahap pertama disebut tahap pencatatan (recording phase) sedangkan lahar kedua adalah tahap pengikhtisaran (summmarizing phase). Masing-masing tahap saling berkaitan dan tidak b...

Guru Pendidikan Jasmani

Guru sebagai pendidik profesional mempunyai citra yang baik di masyarakat apabila dapat menunjukkan kepada masyarakat bahwa ia layak menjadi panutan atau teladan masyarakat sekelilingnya. Masyarakat terutama akan melihat bagaimana sikap dan perbuatan guru itu sehari-hari, apakah memang ada yang patut diteladani atau tidak. Bagaimana guru meningkatkan layanannya, meningkatkan pengetahuan, memberi arahan dan dorongan kepada anak didiknya, dan malah bagaimana cara guru berpakaian dan berbicara serta cara bergaul baik dengan siswa,teman-temannya, serta anggota masyarakat sering menjadi perhatian masyarakat luas. Guru adalah sosok individu yang memiliki kemampuan dalam menransfer ilmu pengetahuan, informasi, atau pengalaman kepada peserta didiknya. Guru juga individu yang melakukan pekerjaannya didasarkan kepada kemampuan dalam mengarahkan pengalaman belajar peserta didik dalam institusi pendidikan. Menurut Makmun (1998:23) guru adalah seorang dewasa yang selalu mengusahakan terciptanya sit...