Langsung ke konten utama

Sistem Bilangan Digital

Sistem Bilangan Digital

a.      Sistem Bilangan Desimal

Bilangan decimal merupakan symbol dari jumlah hitungan tertentu. Simbol bilangan decimal terdiri dari : 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9 yang biasa disebut sebagai “basis 10”.

b.      Sistem Bilangan Binary

Bilangan binary hanya memiliki 2(dua) buah symbol  bilangan yaitu “1” dan “0”sering disebut bilangan “Basis Dua”.


                  Contoh :   1011  = (1x23)+(0x22)+(1x21)+(1x20)

                                                           = 8 + 0 + 2 + 1

                                                           = 11

Gambar 2.30 Contoh Bilangan Basis Dua

Sumber: Rohendi (2015: hal.35)


Hal ini berbeda dengan bilangan decimal yang merupakan bilangan yang berbasis 10(sepuluh) dan menggunakan angka 0(nol) sampai 9(sembilan) untuk menyatakan besar nilai bilangannya. Sebagai perbandingan kita dapat lihat struktur bilangan decimal dan binary sebagai berikut:

1)      Bilangan Decimal

Tabel 2.31 Perbandingan Bilangan Desimal

Ribuan
Ratusan
Puluhan
Satuan
7000
500
30
1
103
102
101
100
7
5
3
1
7531
Sumber: Rohendi (2015: hal.36)


2)      Bilangan Binary

Tabel 2.32 Perbandingan Bilangan Binary

16
8
4
2
1
1x16
1x8
0x4
1x2
1x1
24
23
22
21
20
1
1
0
1
1
1x16
1x8
0x4
1x2
1x1
16
8
0
2
1
16+8+0+2+1
27
  Sumber: Rohendi (2015: hal.36)

          Jadi binary 11011(2)= decimal 27(10)


        Untuk lebih memperjelas berikut ini adalah contoh tabel persamaan bilangan biner dan desimal:

Tabel 2.33 Persamaan Bilangan Biner Dengan Desimal

Desimal

Biner

0

0

0

0

0

1

0

0

0

1

2

0

0

1

0

3

0

0

1

1

4

0

1

0

0

5

0

1

0

1

6

0

1

1

0

7

0

1

1

1

8

1

0

0

0

9

1

0

0

1

10

1

0

1

0

                                       Sumber: Rohendi (2015: hal.37)


3)      Konversi Bilangan Decimal ke Binary

         Cara yang paling banyak digunakan untuk mengkonversi bilangan decimal ke binary adalah dengan cara membagi dengan bilangan 2(dua) dan setiap sisanya diurutkan menjadi bilangan biner paling kanan (LSB). Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut:

a)      Contoh Konversi Decimal ke Binary: 15(10) = …………….(2)

 




Gambar 2.34 Contoh 1(satu) Konversi Desimal ke Binary

Sumber : Rohendi (2015: hal.38)


b)      Contoh Konversi Decimal ke Binary: 23(10) = …………….(2)

 







Gambar 2.35 Contoh 2(dua) Konversi Decimal ke Binary

Sumber: Rohendi (2015: hal.38)


         Selain cara diatas untuk konversi dari decimal ke biner kita lakukan dengan cara mengurangkan bilangan decimal dengan tingkatan bilangan biner bila mengcukupi maka pada tingkatan tersebut diperoleh harga 1dan bila tidak diperoleh harga 0. Kemudian sisa dikurangi lagi dengan tingkatan bilangan biner dibawahnya bila mencukupi maka pada tingkatan tersebut diperoleh harga 1 dan bila tidak diperoleh harga 0, demikian seterusnya sampai pengurangan dengan tingkatan paling bawah.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengatasi Troubleshoot pada Laptop

Cara Mengatasi Troubleshoot pada Laptop -  Pada artikel kali ini saya akan menjelaskan bagaimana  mengatasi laptop troubleshoot . Saat ini banyak tempat umum yang menyediakan jaringan hotspot (wifi) untuk menarik pelanggan, seperti di mall, cafe, bahkan dirumah sakit sudah menggunakan fasilitas wifi , dll. Namun ada kalanya pada saat kita mengkoneksikan ke jaringan tersebut sering terjadi masalah padahal posisi pada laptop sudah  connect  dengan jaringan wifi tersebut tetapi kenapa tidak bisa browsing atau mengakses internet? Ikuti Langkah-Langkah berikut ini : Langkah pertama cek pada bagian bawah layar pada bagian pojok kanan bawah yang biasanya menunjukan icon untuk koneksi wireless pada laptop,jika terdapat segitiga berwarna kuning dengan tanda seru  (!)  maka itu berarti anda sama sekali tidak bisa mengakses ke Internet, solusinya adalah : 1. Buka  Control Panel  kemudian pilih  Network and sharing center . 2. Setelah itu pilih...

UU ITE kaitannya dengan Perkembangan E-commerce

Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau Undang Undang nomor 11 tahun 2008 atau UU ITE adalah UU yang mengatur tentang informasi serta transaksi elektronik, atau teknologi informasi secara umum. UU ini memiliki yurisdiksi yang berlaku untuk setiap orang yang melakukan perbuatan hukum sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini, baik yang berada di wilayah Indonesia maupun di luar wilayah hukum Indonesia, yang memiliki akibat hukum di wilayah hukum Indonesia dan/atau di luar wilayah hukum Indonesia dan merugikan kepentingan Indonesia. Sembilan pasal UU ITE mengamanatkan pembentukan Peraturan Pemerintah: Lembaga Sertifikasi Keandalan (Pasal 10 ayat 2); Tanda Tangan Elektronik (Pasal 11 ayat 2); Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (Pasal 13 ayat 6); Penyelenggara Sistem Elektronik (Pasal 16 ayat 2); Penyelenggaraan Transaksi Elektronik (Pasal 17 ayat 3); Penyelenggara Agen Elektronik (Pasal 22 ayat 2); Pengelolaan Nama Domain (Pasal 24); Tat...

Troubleshooting Jaringan

Monitoring Koneksi Salah satu bentuk paling mendasar dari monitoring koneksi berlangsung tiap hari pada jaringan. Proses user login ke jaringan akan memastikan bahwa koneksi itu sedang bekerja dengan baik atau jika tidak bagian jaringan akan segera dihubungi. Namun, ini bukanlah cara yang paling baik atau efisien dalam memonitoring jaringan yang ada. Tersedia program-program sederhana yang bisa digunakan oleh administrator untuk membuat daftar alamat IP host dan secara periodik mem-ping alamat tersebut. Jika ada masalah koneksi, program akan memperingati administrator melalui output ping. Ini merupakan cara yang paling kuno dan tidak efisien, tetapi masih lebih baik dibanding tidak melakukan apa-apa sama sekali. Aspek lain dari cara monitoring seperti ini adalah ia hanya memberitahu bahwa di suatu tempat antara stasiun monitoring dan perangkat target ada gangguan komunikasi. Gangguan bisa jadi router, switch, bagian jaringan yang tidak baik, atau memang host-nya yang sedang down. Tes p...