Langsung ke konten utama

Cara Meningkatkan Semangat Kerja


Setiap perusahaan akan selalu berupaya untuk dapat meningkatkan semangat kerja sesuai dengan batas-batas kemampuan perusahaan tersebut. Untuk meningkatkan semangat dan kegairahan kerja karyawan dalam suatu perusahaan dapat dilakukan dengan sesuatu yang bersifat material maupun nonmaterial. Cara - cara tersebut menurut Alex S. Nitisemito (1996 : 171) antara lain :
1.      Gaji yang cukup
Gaji yang cukup disini maksudnya adalah jumlah gaji yang mampu dibayarkan tanpa menimbulkan kerugian pada perusahaan dan sesuai dengan jasa yang diberikan karyawan sehingga mampu memberikan semangat kerja pada karyawan.

2.      Kebutuhan rohani
Untuk memenuhi kebutuhan rohani perusahaan bukan hanya menyediakan tempat  ibadah, tetapi  juga perusahaan  harus dapat  memenuhi  kebutuhan karyawan untuk dihargai, kebutuhan keikutsertaan, ketentraman jiwa, dan lain sebagainya.
3.      Harga diri karyawan
Banyak cara pemimpin menunjukkan sikap menghargai karyawannya. Misalnya jika karyawan melakukan kesalahan, pemimpin tidak memarahi didepan umum. Sebaliknya apabila karyawan berprestasi maka berilah ia penghargaan atau pujian.
4.      Posisi yang tepat
Ketidaktepatan menentukan posisi karyawan akan menyebabkan pekerjaan akan menjadi kurang lancar dan tidak dapat memperoleh hasil yang maksimal, disamping itu semangat kerja karyawan akan menurun.
5.      Kesempatan untuk maju
Semangat dan kegairahan kerja karyawan akan timbul jika mereka mempunyai harapan untuk maju. Oleh karena itu perusahaan harus memberi kesempatan pada karyawan untuk maju.
6.      Loyalitas karyawan
Kesetiaan atau loyalitas karyawan terhadap karyawan dapat menimbulkan rasa tanggung jawab.Tanggung jawab dapat menciptakan semangat dan kegairahan kerja.Untuk menciptakan loyalitas karyawan terhadap perusahaan pemimpin harus mengusahakan agar karyawan merasa senasib dengan perusahaan.
            Berdasarkan uraian di atas, penulis menyimpulkan bahwa seorang pemimpin jangan hanya mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi semangat kerja melainkan harus mengetahui juga bagaimana cara meningkatkan semangat kerja karyawan.
            Banyak cara untuk meningkatkan semangat kerja karyawan, baik yang bersifat material maupun non-material, misalnya gaji yang cukup tapi tidak merugikan perusahaan, penempatan karyawan pada posisi yang tepat, pemenuhan kebutuhan rohani dan cara seorang pemimpin menghargai karyawannya.
            Seorang pemimpin yang mengetahui cara-cara meningkatkan semangat kerja dan menegakkannya dalam perusahaan tertentu akan sangat menguntungkan.Dengan demikian karyawan akan mau bekerja sama dan disiplin untuk mencapai tujuan bersama tanpa paksaan.
            Dengan adanya uraian mengenai pengertian semangat kerja, indikasi rendahnya semangat kerja, faktor-faktor yang mempengaruhi semangat kerja dan cara meningkatkan semangat kerja maka penulis menyimpulkan indikator semangat kerja terdiri dari: Absensi, Kerja sama, Disiplin, dan Kepuasan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengatasi Troubleshoot pada Laptop

Cara Mengatasi Troubleshoot pada Laptop -  Pada artikel kali ini saya akan menjelaskan bagaimana  mengatasi laptop troubleshoot . Saat ini banyak tempat umum yang menyediakan jaringan hotspot (wifi) untuk menarik pelanggan, seperti di mall, cafe, bahkan dirumah sakit sudah menggunakan fasilitas wifi , dll. Namun ada kalanya pada saat kita mengkoneksikan ke jaringan tersebut sering terjadi masalah padahal posisi pada laptop sudah  connect  dengan jaringan wifi tersebut tetapi kenapa tidak bisa browsing atau mengakses internet? Ikuti Langkah-Langkah berikut ini : Langkah pertama cek pada bagian bawah layar pada bagian pojok kanan bawah yang biasanya menunjukan icon untuk koneksi wireless pada laptop,jika terdapat segitiga berwarna kuning dengan tanda seru  (!)  maka itu berarti anda sama sekali tidak bisa mengakses ke Internet, solusinya adalah : 1. Buka  Control Panel  kemudian pilih  Network and sharing center . 2. Setelah itu pilih...

UU ITE kaitannya dengan Perkembangan E-commerce

Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau Undang Undang nomor 11 tahun 2008 atau UU ITE adalah UU yang mengatur tentang informasi serta transaksi elektronik, atau teknologi informasi secara umum. UU ini memiliki yurisdiksi yang berlaku untuk setiap orang yang melakukan perbuatan hukum sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini, baik yang berada di wilayah Indonesia maupun di luar wilayah hukum Indonesia, yang memiliki akibat hukum di wilayah hukum Indonesia dan/atau di luar wilayah hukum Indonesia dan merugikan kepentingan Indonesia. Sembilan pasal UU ITE mengamanatkan pembentukan Peraturan Pemerintah: Lembaga Sertifikasi Keandalan (Pasal 10 ayat 2); Tanda Tangan Elektronik (Pasal 11 ayat 2); Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (Pasal 13 ayat 6); Penyelenggara Sistem Elektronik (Pasal 16 ayat 2); Penyelenggaraan Transaksi Elektronik (Pasal 17 ayat 3); Penyelenggara Agen Elektronik (Pasal 22 ayat 2); Pengelolaan Nama Domain (Pasal 24); Tat...

Troubleshooting Jaringan

Monitoring Koneksi Salah satu bentuk paling mendasar dari monitoring koneksi berlangsung tiap hari pada jaringan. Proses user login ke jaringan akan memastikan bahwa koneksi itu sedang bekerja dengan baik atau jika tidak bagian jaringan akan segera dihubungi. Namun, ini bukanlah cara yang paling baik atau efisien dalam memonitoring jaringan yang ada. Tersedia program-program sederhana yang bisa digunakan oleh administrator untuk membuat daftar alamat IP host dan secara periodik mem-ping alamat tersebut. Jika ada masalah koneksi, program akan memperingati administrator melalui output ping. Ini merupakan cara yang paling kuno dan tidak efisien, tetapi masih lebih baik dibanding tidak melakukan apa-apa sama sekali. Aspek lain dari cara monitoring seperti ini adalah ia hanya memberitahu bahwa di suatu tempat antara stasiun monitoring dan perangkat target ada gangguan komunikasi. Gangguan bisa jadi router, switch, bagian jaringan yang tidak baik, atau memang host-nya yang sedang down. Tes p...